Dalam kegiatan Al-Nida berbagi bersama yatim dan duafa yang turut di meriahkan oleh ketua Umum DEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi tersimpan cerita haru di sesi akhir kegiatan.

Muhammad Indar selaku ketua Umum DEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi memberikan motivasi kepada anak panti assyfa setelah agenda shalat isya berjamaah.

Pemuda gowa yang akrab disapa indar tersebut mengawali motivasinya dengan mengatakan bahwa terlahir dari keluarga yang kurang mampu dan lengkap bukanlah alasan untuk tidak meniti jalan kesuksesan.

“Adik-adik sekalian, saya bukan ustadz dan saya tidak pantas sama sekali untuk berbicara di depan adik-adik sekalian karena yang punya kegiatan ini adalah Lembaga Dakwah dan Jurusan. Namun adik-adik sekalian saya ingin menyampaikan seperti ini bahwasanya terlahir dari keluarga kurang mampu dan tidal lengkap bukan lah alasan untuk kita tidak bermimpi meniti jalan kesuksesan. Adik-adik saya bukan lah terlahir dari keluarga yang berada, yang bergelimang harta, terpandang, terhormat, konglomerat namun satu prinsip yang saya pegang sehingga saya bisa kuliah dan menjadi ketua Dema sampai hari ini, prinsip itu adalah adanya rasa syukur dan menjadi kan kekurangan yang saya miliki sebagai kelebihan,” ucapnya

Indar yang notabene ketua Dema Fakultas Dakwah dan Komunikasi menambahkan pesanya dengan mengatakan agama itu adalah tiang utama untuk menuju cahaya kesuksesan.

“Pesan saya teruntuk adik-adik panti bahwasanya agama itu tiang utama untuk menuju kesuksesan, Al-Qur’an itu adalah jalannya yang akan menuntun pasa rasa syukur atas segala bentuk karunia Allah yang kita miliki,” ucapnya.

Mahasiswa jurusan bimbingan penyuluhan islam menambahkan dalam sesi motivasinya dengan mengutip sebuah perkataan dari amirul mu’minin Ali bin Abi Thalib.

“Adik-adik Ali bin Abi Thalib pernah menyampaikan pesan bahwasanya ada 2 golongan yang mesti kita ketahui ketika ingin berbicara nikmat dan kehidupan. Pertama, ada orang yang memang lahir dari keluarga raja, konglomerat, pejabat sehingga hidupnya di takdirkan merasakan kesenangan dunia dan yang kedua yang diberikan keistimewaan punya motivasi dan semangat untuk sukses, dan saya adik-adik sekalian memilih atau berada pada golongan yang kedua,” tegasnya.

Diakhir motivasnya indar menyampaikan kebanggaanya dan harapannya kepada adik-adik panti untuk tetap semangat menjalani rutinitas kesehariannnya.

“Kepada adik-adik sekalian jujur saya sangat salut dan bangga berada disini bersama adik-adik sekalian, bisa meilhat rutinitas adik-adik sekalian dengan membaca Al-Qur’an, menghafalkannya, saya bangga karena biasanya saya kalau diluar sana tidak berada dalam momentum seperti ini. Harapanku tetap semangat belajarnya, perbaiki bacaan Al-Qur’annya, perbanyak hafalanya, dan doakan kami kakak-kakakmu ini semoga dengan doa adik-adik sekalian kami bisa sukses kelak dan ketika kami sukses kami berjanji untuk kembali kesini untuk berbagi dengan adik-adik sekalian. Olehnya mohon doanya adik-adikse sekalian kepada kami,” tegasnya.

Nurizal Manarul Hidayat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here