Oleh: Dr. Firdaus Muhammad, MA. (Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar).

Allah tidak akan menguji hamba-Nya diluar kemampuannya. Dengan berbekal keimanan dan ketaqwaan, kita meyakini akan segera keluar dari ujian wabah korona ini. Belum ada yang memastikan akan berakhirnya virus mematikan itu, maka selama berada dalam ujian ini, penting melakukan muhasabah, merenung, mengevaluasi diri. Niscaya akan sampai pada titik balik jati diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Mungkin saja, selama ini manusia pongah dengan kemampuannya merekayasa teknologi, tetapi akhirnya, terpapar Koroba yang berbentuk virus yang tidak teridentikasi secara material, mereka tak kuasa. Betapa manusia penuh keterbatasan.

Ibrah lain, manusia sadar  ilmu yang dititipkan Allah hanya sedikit, kita sadari itu agar hubungan dengan Allah semakin dekat.

Muhasabah lain, Kita semakin menyatu dalam keluarga. Kesibukan di luar rumah selama ini menjadikan abai dengan keluarga, abai mendidik anak mengaji, shalat berjamaah dan tadarus. Sejak dihimbau oleh ulama dan umara menetap di rumah, maka kita terasa, baitiy jannatiy, rumahku adalah syurgaku.

Lebih dari itu, suasana lock down mengasah spiritual kita, lebih khusyu beribadah, berzikir, tadarus dan bermunajat.

Akhirnya, ujian-ujian demi ujian dilalui. Kini sebagian telah merasakan kejenuhan berujung stres, ini soal kejiwaan. Karenanya, sekali lagi, saatnya makin dekatkan diri pada sang khaliq. Dengan berzikir, jiwa makin tenang. Inilah pesan-pesan muhasabah di tengah mewabahnya korona. Kita akan lulus ujian ini. Semoga !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here