Bayangan sejarah kembali mengingatkan dirinya disaat jiwa diselimuti dengan kegelapan dosa. Perbuatan kelalaian dan maksiat menjadi santapan penghibur di setiap waktunya. Hatinya telah dikuasai oleh kegelapan dosa, yang tak adalagi setitik cahaya terlihat dari segumpal daging laksana raja dalam jasadnya.

Waktu berjalan tanpa terasa, tamu yang tak diundang pun datang mengetuk pintu hatinya. Memberikan hadiah istimewa yang lebih berharga dari mutiara di dasar lautan yang sangat dalam, yang memerlukan penyelam yang handal dan mahir untuk mendapatkannya.

Hadiah itu adalah hidayah. Dan seketika itu, hatinya mulai bergetar dan terasa sakit disertai dengan kesedihan yang mendalam. Penyesalan menghampirinya dan memukul setiap bayangan masa lalunya yang ternodai dengan kegelapan dosa. Tangisan pun hadir menghiasi dirinya di atas sajadah, seraya mengangkat kedua tangannya dan bermunajat kepada Rabb Sang Maha Pengampun agar dirinya yang lemah berlumuran dosa diampuni oleh-Nya.

Hari-harinya penuh dengan penyesalan yang membawa perbaikan dalam dirinya.

Ingatan itu muncul, dan seketika itu hatinya bergetar dan menangisi langkah hidupnya yang lalu.

Tangisan yang indah

Tangisan yang dijanjikan oleh Allah akan mendapatkan Surga-Nya.

Tangisan penyesalan membuat dirinya lebih dekat dengan Allah Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Izinkan diri ini menutup untaian penyesalan ini dengan perkataan Allah ‘Azza wa Jalla:

قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

(Surat Az-Zumar, Ayat 53)

Penulis: Abu Al-Faruq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here