Tak terasa tamu mulia yang didambakan setiap insan kamil sudah diambang pintu. Sebagai tuan rumah, mesti mempersiapkan sajian atau hidangan istimewa. Dia akan bertamu selama sebulan.

Kedatangannya membawa kebahagiaan, disela kerinduan yang mendalam. Menyebarkan semerbak harum kebaikan dikala membersamainya.

Sebagai perindu, sambutlah tamu itu dengan hidangan takwa karena takwa akan menjadi bekal untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan darinya.

Dan jangan jadikan tamu itu sekedar berlalu saja, seperti waktu yang tak kunjung kembali.

Mungkin tamu mulia itu, terakhir mengetuk pintu rumahmu dengan harapan mengalirkan kesejukan hingga pintu itu terkunci dan tak kunjung terbuka.

Pertemuan terakhir itu, menorehkan kisah pembawa syafaat yang kelak memberikanmu kunci pembuka istana kesejukan.

Wahai insan, sedihlah jika dirimu tak merasakan nikmat kedatangannya. Menangislah jika hatimu terasa sempit menerimanya.

Renungilah, bahwa tamu itu pernah berada di dekatmu, tapi engkau tak kunjung menoleh kepadanya. Engkau mencari alasan disaat dia mengajakmu menggapai kebahagiaan.

Tamu itupun pergi tanpa meninggalkan jejak dalam ruang kehidupanmu, engkau pun tidak merasa kehilangan. Sungguh, keberuntungan tidak berpihak kepadamu karena kesia-siaan memenuhi dimensi hatimu.

Hari ini sepucuk surat berisikan kebahagiaan mendatangimu, bahwa tamu itu akan kembali mengetuk pintu rumahmu.

Berbahagialah, karena disaat banyak insan merindukan untuk berjumpa kembali dengannya, tapi takdir Allah mendahuluinya. Mereka tak akan lagi mendapatkan tamu mulia itu.

Sambutlah tamu mulia itu dengan hidangan terbaik yaitu takwa.

#WelcomeRamadhan

#GoodbyeCorona

Penulis: Abu Al-Faruq

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here